5 Contoh

5 contoh bisnis online terkenal saat ini:

  1. Dropshipper
    Salah satu jenis bisnis online yang sangat diminati oleh banyak orang khususnya para milenial karena tanpa modal uang, yang diperlukan hanyalah cara pemasaran dan pemilihan channel marketing yang tepat. Biasanya penjual akan menjual barangnya selayaknya online shop pada umumnya, hanya saja penjual tidak pernah menyimpan produknya untuk diperjual belikan. Melainkan penjual akan memesankan barangnya kepada suatu vendor atau penjual yang menjual dalam partai besar untuk dikirimkan kepada pembeli dari dropshipper tersebut.

Peminat dari bisnis dropship sangatlah banyak, terutama di ecommerce. Bahkan beberapa ecommerce juga telah menyediakan transaksi khusus untuk para dropshipper. Itu menandakan bahwa dropship memiliki banyak peminatnya di ecommerce. Namun kekurangan dari jenis bisnis online ini adalah, kita tidak dapat benar-benar bisa memonitor kualitas produk yang dijual. Karena dropshipper hanya pihak ketiga lalu menawarkan produk-produknya kepada yang berminat.

  1. Reseller
    Jenis bisnis online ini hampir sama dengan dropship, hanya saja reseller atau penjualnya memiliki wujud dari produk yang akan dijual. Sehingga, kualitas produk terjamin dan dapat terus dipantau kualitasnya. Reseller juga banyak digandrungi oleh generasi milenial, karena banyak dari reseller tersebut menjual barang-barang seperti pakaian, sepatu, kosmetik dan lain-lain. Selain itu, untuk menjadi reseller cukuplah mudah, penjual hanya memerlukan modal sesuai dengan vendor syaratkan lalu biasanya penjual dapat membelinya dengan harga menarik yang berada di suatu pasar jika banyak produk yang dibeli.
    Namun kekurangan dari reseller adalah ketika kita tidak dapat memenuhi target penjualan, produk akan tersimpan dan mau tidak mau kita harus bisa menjualnya dan tidak mengedap di gudang.
  2. Online Shop Sendiri
    Jika dropship dan reseller masih sangat bergantung pada pihak lain, siapapun juga bisa membuat produknya sendiri lalu menjualnya melalui marketplace ataupun di ecommerce dan membuat online shop sendiri. Ini lebih efektif karena kita dapat memonitor segalanya secara real time baik itu dari segi kualitas, jumlah produk, dan lain-lain.
    Penjualan dilakukan melalui marketplace atau ecommerce karena dirasa memiliki pasar yang lebih banyak dan siapapun dapat melihat produk yang dijual daripada menggunakan sosial media yang akan sangat memerlukan effort lebih untuk mencari peminatnya karena sosial media di desain untuk terhubung dan berkomunikasi. Sedangkan di marketplace dan ecommerce telah di desain untuk berjualan.
  3. Content Creator
    Di era digital ini, konten dapat dijadikan sebagai suatu produk yang dijual, karena melalui konten mengedukasi, memberikan informasi, untuk promosi bahkan juga dapat dijadikan sebagai bahan untuk personal branding. Jadi bukan tidak mungkin jika konten dapat dibisniskan. Semua itu terangkum dalam content marketing. Di Indonesia sendiri telah banyak bermunculan juga bisnis dengan menjual konten, seperti Makna Creative, Rectmedia dan masih banyak lagi karena memang di Indonesia sendiri telah banyak ahensi yang menjual konten sebagai produknya.
  4. Endorsement
    Salah satu bisnis yang sangat laku pada platform sosial media. Endorsement dapat dijadikan sebagai sarana untuk promosi melalui influencer yang telah memiliki banyak massa. Meskipun memerlukan banyak pengikut, influencer tidak hanya dapat dikatakan bagi mereka yang hanya sekedar memiliki banyaknya massa, tapi juga dapat memiliki engagement yang tinggi dengan para pengikutnya.

Sumber Artikel:
https://blog-mtarget-co.cdn.ampproject.org/v/s/blog.mtarget.co/melihat-perkembangan-bisnis-online-di-indonesia/amp/?amp_js_v=a6&amp_gsa=1&usqp=mq331AQFKAGwASA%3D#aoh=16036885080619&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%2Fblog.mtarget.co%2Fmelihat-perkembangan-bisnis-online-di-indonesia%2F

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai